JAKARTA, KONTRAS – Peristiwa tragis terjadinya kecelakaan di arena balap sirkuit Sentul, Jawa Barat, menyisakan trauma bagi pembalap lain. Asia Road Racing Championship (ARRC) 2015 Seri kedua yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, Minggu, kemarin, diselimuti beragam kejadian tragis.
Selain musibah yang menimpa pebalap nasional Muhammad Fadli Imammudin, kondisi serupa dialami Muhammad Zamri Baba asal Malaysia yang hingga kini masih dalam keadaan koma.
Kondisi ini disampaikan langsung oleh tim dokter RS Pertamedika Sentul City, Bogor, Senin petang.
"Pasien dengan inisial Z dari Malaysia ini datang dalam keadaan cidera kepala berat dan sampai saat ini masih di ICU dalam keadaan koma juga masih diobservasi oleh spesialis bedah saraf di rumah sakit kami," ucap Kamelia Faisal Mars, Direktur RS Pertamedika Sentul City.
Insiden kecelakaan Zamri terjadi di balapan pertama SuperSport 600 cc ARRC 2015. Pebalap dari tim Musashi Boon Siew Honda Racing ini dikabarkan terlibat kecelakaan dengan pebalap Indonesia, Dimas Ekky.
Bagus yang menangani hasil ct scan dan ronsen menambahkan, pasien Z masih belum sadarkan diri dari koma. Hasil observasi menunjukan kalau pasien mengalami trauma berat di bagian kepala.
"Kita tidak lakukan operasi karena memang tidak bisa dilakukan, kita hanya bisa observasi dan lakukan perawatan. Ke depannya apapun masih bisa terjadi, ini masa kritisnya, kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin," ujar Bagus.
Selebihnya ia juga mengatakan bahwa selain cidera kepala, Zamri juga mengalami trauma berat di dada akibat terlindas oleh pembalap lain. Disebabkan hal itu, parunya sedikit bermasalah sehingga sampai saat ini dirawat dengan alat bantu nafas.
Diperoleh keterangan bagaimana musibah kecelakaan tersebut terjadi, pekan lalu, pebalap muda Indonesia, Muhammad Fadli Imammudin, mengalami kecelakaan dalam ajang SuperSport 600 cc, Asia Road Racing Championship (ARRC) 2015 Seri II, di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, Minggu. Ironisnya, kecelakaan yang menimpa pebalap dari tim Astra Honda Racing Team ini terjadi sesaat setelah Fadli berhasil melintasi garis finis pada posisi terdepan.
Fadli mampu menyelesaikan balapan 16 lap berjarak 63,44 km itu dengan baik, mencatatkan waktu kemenangan 24 menit 13,166 detik. Pebalap bernomor punggung 43 ini telah mengendurkan gas dan tengah merayakan kemenangannya sambil melambaikan tangan ke penonton di tribune depan podium sampai dekat tikungan pertama.
Pada waktu bersamaan, pebalap Thailand bernomor 91, Jakkrit Sawangswat, meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah Fadli. Tabrakan fatal tak bisa dihindari. Jakkrit menabrak lebih dulu kaki kiri Fadli, yang sedang terbuka atau tidak menjepit tangki. Kedua motor bertabrakan dan masing-masing pebalap tersungkur.
Fadli dikabarkan mengalami luka parah di bagian kaki kiri. Sementara itu, Jakkrit juga terjatuh keras dan mengalami cedera serius. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah kejadian.
Fadli mampu menyelesaikan balapan 16 lap berjarak 63,44 km itu dengan baik, mencatatkan waktu kemenangan 24 menit 13,166 detik. Pebalap bernomor punggung 43 ini telah mengendurkan gas dan tengah merayakan kemenangannya sambil melambaikan tangan ke penonton di tribune depan podium sampai dekat tikungan pertama.
Pada waktu bersamaan, pebalap Thailand bernomor 91, Jakkrit Sawangswat, meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah Fadli. Tabrakan fatal tak bisa dihindari. Jakkrit menabrak lebih dulu kaki kiri Fadli, yang sedang terbuka atau tidak menjepit tangki. Kedua motor bertabrakan dan masing-masing pebalap tersungkur.
Fadli dikabarkan mengalami luka parah di bagian kaki kiri. Sementara itu, Jakkrit juga terjatuh keras dan mengalami cedera serius. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah kejadian.
Kecelakaan ini mengancam karir balap Fadli berakhir karena cidera yang dialami cukup parah.
Kecelakaan terjadi hanya beberapa detik setelah Fadli sukses melintasi garis finis di posisi pertama. Pebalap bernomor punggung #43 ini tengah melakukan selebrasi dengan melambaikan tangannya ke penonton di tribun. Alih-alih, pebalap Thailand dari tim AP Honda Jakkrit Sawangswat menyambar dari belakang.
Alhasil, kecelakaan tak terhindarkan. Kedua motor terpental dan Fadli tersungkur di atas aspal. Jakkrit juga terjatuh dan menabrak tembok. Kedua pebalap mengalami cidera serius dalam kecelakaan ini.
Dari beberapa foto yang didapat, dikutip dari KompasOtomotif, (7/6/2015) malam, terlihat kalau kondisi kaki kiri Fadli terlihat parah dengan luka terbuka. Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu terlihat masih sadarkan diri setelah kecelakaan sambil memegangi kaki kirinya yang terluka.
Setelah lintasan bersih dari seluruh pebalap lain, Fadli langsung dihampiri tim medis dan dibawa ambulans ke RS Petamedika, Sentul City, Bogor, Jawa Barat. Dari foto lain, juga terlihat kondisi Fadli di ruang Unit Gawat Darurat. Fadli terlihat masih dalam kondisi setengah sadar, sedangkan kaki kirinya sudah dibalut, siap untuk segera dioperasi.
Selain itu, sumber lain mengatakan, kondisi kaki kiri Fadli sudah sangat parah untuk dipulihkan kembali. Kemungkinan terburuk, jika memang tak bisa dipulihkan, dokter menyarankan untuk amputasi.
Kecelakaan terjadi hanya beberapa detik setelah Fadli sukses melintasi garis finis di posisi pertama. Pebalap bernomor punggung #43 ini tengah melakukan selebrasi dengan melambaikan tangannya ke penonton di tribun. Alih-alih, pebalap Thailand dari tim AP Honda Jakkrit Sawangswat menyambar dari belakang.
Alhasil, kecelakaan tak terhindarkan. Kedua motor terpental dan Fadli tersungkur di atas aspal. Jakkrit juga terjatuh dan menabrak tembok. Kedua pebalap mengalami cidera serius dalam kecelakaan ini.
Dari beberapa foto yang didapat, dikutip dari KompasOtomotif, (7/6/2015) malam, terlihat kalau kondisi kaki kiri Fadli terlihat parah dengan luka terbuka. Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu terlihat masih sadarkan diri setelah kecelakaan sambil memegangi kaki kirinya yang terluka.
Setelah lintasan bersih dari seluruh pebalap lain, Fadli langsung dihampiri tim medis dan dibawa ambulans ke RS Petamedika, Sentul City, Bogor, Jawa Barat. Dari foto lain, juga terlihat kondisi Fadli di ruang Unit Gawat Darurat. Fadli terlihat masih dalam kondisi setengah sadar, sedangkan kaki kirinya sudah dibalut, siap untuk segera dioperasi.
Selain itu, sumber lain mengatakan, kondisi kaki kiri Fadli sudah sangat parah untuk dipulihkan kembali. Kemungkinan terburuk, jika memang tak bisa dipulihkan, dokter menyarankan untuk amputasi.
Sementara itu, Terkait insiden kecelakaan yang terjadi di ajang SuperSport 600 cc, Asia Road Racing Championship (AARC), di Sirkuit Internasional Sentul, akhir pekan lalu, pihak RS Pertamedika Sentul City mengelar konferensi pers untuk menerangkan kronologis mengenai peran medisnya.
Pebalap tim Astra Honda Racing Team (AHRT) M Fadli Imammuddin yang terlibat kecelakaan fatal dengan Jakkrrit Sawangswat, pebalap dari tim AP Honda Thailand, dilarikan ke RS Pertamedika Sentul City, bersama dengan pebalap asal Malaysia dan Hong Kong, yang juga mengalami insiden terpisah.
"Terkait acara Asia Road Racing Championship kemarin, total ada empat pembalap yang dilarikan ke sini. Mereka warga negara Malaysia, Hong Kong, Indonesia dan Thailand. Pebalap dari Hong Kong siang tadi sudah pulang, dan tersisa tiga lainnya yaitu, inisial Z dari Malaysia, MF dari Indonesia serta JS dari Thailand," Direktur RS Pertamedika Sentul City, dr Kamelia Faisal Mars, Senin )8/6/2015).
Kamelia melanjutkan, MF (inisial dari M Fadli) saat ini kondisinya sudah membaik, meski saat datang ke rumah sakit digambarkan mengalami cedera cukup parah. Pasien kedua yang turut mendapat penangananan serius adalah pebalap dari Malaysia dengan inisial Z (Zamri). Tiba di RS pukul 11.00 WIB, dengan kondisi tak sadarkan diri dan sampai saat ini masih dalam keadaan koma.
Pebalap tim Astra Honda Racing Team (AHRT) M Fadli Imammuddin yang terlibat kecelakaan fatal dengan Jakkrrit Sawangswat, pebalap dari tim AP Honda Thailand, dilarikan ke RS Pertamedika Sentul City, bersama dengan pebalap asal Malaysia dan Hong Kong, yang juga mengalami insiden terpisah.
"Terkait acara Asia Road Racing Championship kemarin, total ada empat pembalap yang dilarikan ke sini. Mereka warga negara Malaysia, Hong Kong, Indonesia dan Thailand. Pebalap dari Hong Kong siang tadi sudah pulang, dan tersisa tiga lainnya yaitu, inisial Z dari Malaysia, MF dari Indonesia serta JS dari Thailand," Direktur RS Pertamedika Sentul City, dr Kamelia Faisal Mars, Senin )8/6/2015).
Kamelia melanjutkan, MF (inisial dari M Fadli) saat ini kondisinya sudah membaik, meski saat datang ke rumah sakit digambarkan mengalami cedera cukup parah. Pasien kedua yang turut mendapat penangananan serius adalah pebalap dari Malaysia dengan inisial Z (Zamri). Tiba di RS pukul 11.00 WIB, dengan kondisi tak sadarkan diri dan sampai saat ini masih dalam keadaan koma.
Sedangkan JS (Jakkrit Sawangswat) juga telah menjalani proses operasi pada Senin dini hari, 8 juni sekitar pukul 03.00-06.00 WIB. Kondisi Jakkrit saat telah sadar dan tengah menjalani proses perawatan intensif lebih lanjut.
Komentar datang dari Federation of International Motorcycling (FIM) Asia Road Racing Championship (ARRC) 2015, selaku penyelenggara balapan seru Supersport 600, merilis keterangan resmi terkait insiden yang menimpa pebalap Indonesia, M Fadli Imammuddin, dan pebalap Thailand, Jakkrit Sawangswat.
Balapan seri kedua ARRC 2015 berlangsung di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang berlangsung sejak 4 Juni sampai 7 Juni 2015. Ajang Supersport 600 cc memang berlangsung dramatis dan sudah diwarnai insiden sejak awal balapan.
Namun, kecelakaan yang paling menyita perhatian adalah insiden M Fadli dengan Jakkrit. Keduanya bertabrakan sesaat setelah bendera finis dikibarkan, tepat di depan garis start yang berhadapan langsung dengan tribun dan paddock.
"M Fadli Imammuddin dan Jakkrit Sawangswat bertabrakan setelah bendera finis (kotak-kotak) dikibarkan. Kedua pebalap mengalami cedera cukup parah dan sudah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan," tulis FIM Asia Road Racing Championship dalam situs resminya.
Segenap manajemen dan organisasi Asia Road Racing Championship serta panitia yang bertugas di Sentul mengajak semua orang untuk sama-sama berdoa untuk kesembuhan dua pebalap tersebut.
Balapan seri kedua ARRC 2015 berlangsung di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang berlangsung sejak 4 Juni sampai 7 Juni 2015. Ajang Supersport 600 cc memang berlangsung dramatis dan sudah diwarnai insiden sejak awal balapan.
Namun, kecelakaan yang paling menyita perhatian adalah insiden M Fadli dengan Jakkrit. Keduanya bertabrakan sesaat setelah bendera finis dikibarkan, tepat di depan garis start yang berhadapan langsung dengan tribun dan paddock.
"M Fadli Imammuddin dan Jakkrit Sawangswat bertabrakan setelah bendera finis (kotak-kotak) dikibarkan. Kedua pebalap mengalami cedera cukup parah dan sudah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan," tulis FIM Asia Road Racing Championship dalam situs resminya.
Segenap manajemen dan organisasi Asia Road Racing Championship serta panitia yang bertugas di Sentul mengajak semua orang untuk sama-sama berdoa untuk kesembuhan dua pebalap tersebut.
Kom/Ndra.
